Arsip Penulis: sala

Kajian Hadis Shahih “Dai di Atas Pintu Jahannam”

Oleh: Allahu Yarham Prof. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA. (Profil)

Penerima Sanad Shahih Bukhari dan Shahih Muslim/Imam Besar Masjid Istiqlal ke-4/Pendiri Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences

Sahabat Hudzaifah bin al-Yaman memiliki kebiasaan yang berbeda dari sahabat lain. Dalam kitab Shahih al-Bukhari, kitab al-Fitan, ia berkata, “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedangkan saya bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir keburukan itu menimpa saya. Maka saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, semula kita ini berada pada zaman jahiliah dan keburukan. Kemudian, Allah mendatangkan kebaikan (agama Islam) kepada kita. Apakah sesudah kebaikan ini ada keburukan?”

Nabi SAW menjawab, “Ya, ada.” Saya bertanya lagi, “Apakah setelah keburuan itu ada kebaikan?” Beliau menjawab, “Ya, ada kebaikan, tetapi berkabut.” Saya bertanya lagi, “Apakah kabutnya?” Beliau menjawab, “Ada orang-orang yang mengambil petunjuk selain petunjukku. Kamu mengetahui kebaikan dan keburukan mereka.”

Saya bertanya lagi, “Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan lagi?” Beliau menjawab, “Ya, ada, yaitu dai-dai di atas pintu Jahanam. Siapa yang mengikuti mereka, ia akan dijerumuskannya ke Jahanam itu.”

Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apa tanda-tanda mereka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah dari kulit kita dan berbicara dengan lisan kita.” Saya bertanya lagi, “Apa yang Engkau perintahkan kepada saya apabila hal itu menimpa diri saya?” Rasulullah SAW menjawab, “Tetaplah kamu bersama Jama’atul Muslimin dan imam mereka.

Saya bertanya lagi, “Apabila kaum muslimin tidak memiliki jamaah dan imam (pemimpin)?” Beliau menjawab, “Tinggalkanlah kelompok-kelompok itu semuanya meskipun kamu akan menggigit akar pohon sampai kamu mati dan kamu tetap seperti itu.”

Dalam hadis ini, Rasulullah menunjukkan periode keadaan umat Islam. Pertama, jahiliah; kedua, Islam; ketiga, buruk; keempat, baik berkabut; dan kelima, buruk.

Para ulama berbeda pendapat tentang maksud buruk yang pertama. Imam al-Qadhi ‘Iyadh (544 H), seperti dinukil oleh Imam Ibnu Hajar (852 H) dalam kitabnya, Fath al-Bari (xxvii/42), mengatakan, yang dimaksud dengan keburukan yang pertama yaitu fitnah-fitnah (perpecahan umat) yang terjadi setelah wafatnya Khalifah Usman bin Affan.

Sedangkan, yang dimaksud dengan kebaikan berkabut yaitu apa yang terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selain itu, Imam Ibnu Hajar sendiri mengatakan, “Menurut saya, yang dimaksud dengan keburukan pertama, yakni perpecahan pertama kali yang terjadi di tubuh umat Islam. Sedangkan, apa yang dimaksud dengan baik berkabut adalah kesepakatan antara Sayyidina Ali dan Mu’awiyah (kebaikan). Adapun yang dimaksud dengan kabut adalah apa yang terjadi pada masa keduanya, yakni muncul kelompok-kelompok Khawarij, yaitu kelompok pembangkang atau pemberontak terhadap pemerintah sah dan menghalalkan darah sesama Muslim. Sedangkan, yang dimaksud dengan dai-dai di atas pintu Jahanam adalah kelompok Khawarij dan semisalnya.”

Imam al-Qadhi ‘Iyadh dan Imam Ibnu Hajar tentu tidak menafsirkan hadis Nabi tadi sesuai dengan apa yang terjadi pada masa sekarang (1436 H). Beliau mengisyaratkan munculnya kelompok Khawarij pada masa awal Islam. Sedangkan, pemikiran Khawarij justru berkembang pada masa sekarang.

Lebih dari itu, pengertian dai di atas neraka tidak sebatas pada kelompok Khawarij, tetapi setiap orang yang mengajak orang lain untuk tidak mengesakan Allah, bahkan tidak mengimani dan tidak menaati-Nya. Dai-dai seperti ini belakangan ternyata muncul, baik melalu lisan maupun tulisan.

Mereka mengklaim dirinya sebagai Muslim namun mengajarkan bahwa Tuhan itu bukan Allah SWT, melainkan salah seorang sahabat dari sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah menjaga kita dari penyesatan dan pengafiran. Aamiin.

Sumber: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/04/28/o6bpff394-5-tulisan-hikmah-pilihan-dari-kh-ali-mustafa-yaqub-part

Rihlah Ilmiah Jawa-Bali 2018 PPM Rama Hari ke-4 Bali

Setelah agenda Rihlah lmiah di Jawa Timur selesai, pada hari keempat rombongan menuju Bali untuk melanjutkan agenda selanjutnya. Di Bali diagendekan mengunjungi dua Pondok Pesantren dan beberapa tempat wisata.

Bali Bina Insani

Agenda pertama yang dilakukan di Bali adalah kunjungan silaturrahim ke PP Bali Bina Insani yang terletak di kab. Tabanan. Ponpes ini pernah dikunjungi puluhan peserta dari negara-negara peserta Bali Democracy Forum (BDF) pada tahun 2016. Kunjungan ke Bali Bina Insani disambut dengan drumband dan Hadrah.

 

Menurut keterangan dari pengasuh, bahwa dalam menjalankan program pendidikan Islam di daerah yang mayoritas beragama Hindu, ponpes ini mengedepankan prinsip toleransi sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara pihak pesanttren dan mayarakat Hindu.

Para santri  bisa dengan tenang dan nyaman melakukan kegiatan belajar di tengah kehidupan masyarakat Hindu di Tabanan, warga selalu siap membantu dan terlibat dalam kegiatan ponpes jika diperlukan, begitu juga warga pondok siap hadir dan dilibatkan  jika mendapat undangan dari masyarakat sekitar.

Rihlah Ilmiah Jawa-Bali 2018 Hari Ke-3 Pasuruan dan Banyuwangi

Agenda Rihlah Ilmiah hari ke-3 adalah kunjungan silaturrahmi ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dan Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi.

PP Sidogiri Pasuruan

Kunjungan pertama rombongan menuju Ponpes Sidogiri Pasuruan. Pesantren tempat menimba ilmu KH. Idrus Ramli seorang ulama muda pejuang Aswaja.

Rombongn ditrima oleh ketua II Kiyai Ahmad Saifulloh Muhyiddin. Dalam sambutannya beliau mengungkapan sejarah seingkat PP Sidogiri serta beberapa program pondok pesantren.

PP Sidogiri ini ungkapnya, Usianya sudah mncapai 282 tahun, didirikan oleh seorang sayyid dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman, beliau adalah keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban.

Ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

Selain itu beliau juga mengunhkapkan beberapa program pondok, salah satunya adalah program pengiriman tenaga pengajar di berbagai daerah untuk mengabdi selama 1 thn.

Sementara itu ketua rombongan Rihlah Ilmiah Rahmatul Asri ust. A. Ikbal Malik, SS, M.Pd dalam sambutannya berhrap agar pengiriman guru PP Sidogiri di berbgai daerah juga di temptkan di PPM Rahmatul Asri.

Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata, foto bersama, dan keliling kampus yang didampingi oleh beberapa ustadz-ustadzah dan pengurus santri PP Sidogiri.

PP Darussalam Banyuwangi

Setelah meninggalkan PP Sidogiri, rombongan langsung menuju ke PP Darussalam Banyuwangi. Salah satu Pondok Pesantren terkemuka dan terbesar di Banyuwangi. Pondok pesantren yang berlokasi di Dusun Blokagung kecamatan Tegalsari ini, tidak hanya terkenal di Jawa Timur namun telah dikenal luas seluruh di Indonesia.

Rombongan diterima oleh wakil kepesantrenan Ust Ahmad Sufriadi yang juga merupakan cucu langsung  pendiri ponpes Darussalam.

Dalam sambutannya Ust Ahmad Sufriadi mengarakan bahwa Ponpes Darussalam mulai dirintis sejak tahun 1949 oleh  KH Mukhtar Syafa’at, salah satu ulama terkemuka di Banyuwangi, beliau terkenal dengan sikap dan perilaku yang dapat menjadi panutan umat.

Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata, foto bersama, dan keliling kampus yang didampingi oleh beberapa ustadz-ustadzah dan pengurus santri PP Darussalam.

Rihlah Ilmiah Jawa-Bali PPM Rama 2018 Hari ke-2: Batu Malang

Agenda Rombongan Rihlah Ilmiah Jawa-Bali PPM Rama 2018 pada hari ke-2 dipusatkan di Batu Malang Jawa Timur. Di sini rombongan melaksanakan dua agenda yaitu kunjungan wisata ke Kebun Apel dan kunjungan silaturahmi ke SMA Al-Hikmah Boarding School.

Wisata Petik Apel

Setelah sarapan di penginpan, rombongan langsung menuju ke tempat wisata Petik Apel d Batu Malang. Di sini para pengunjung memetik buah apel yang masih segar langsung dari pohonnya.

Hal ini memberikan sensasi tersendiri buat pengunjung, apalagi pengunjung bisa merasakan langsung segarnya buah apel di antara rindangnya pohon apel nan hijau.

Nuansa wisata petik apel yang dikelilingi pegunungan dan panorama yang indah memberikan kesegaran otak dan fikiran di sela-sela aktivitas harian.

Silaturahmi ke SMA Al-Hikmah

SMA Al-Hikmah adalah sekolah  SMA dengan sistem Boarding School yang dikelola dengan nuansa pesantren.

Rombongan disambut langsung oleh kepala sekolah dan beberapa guru serta siswa-siswi SMA Al-Hikmah. Sambutan dipusatkan di gedung Aula SMA Al-Hikmah.

Kepala sekolah SMA Al-Hikmah Boarding School Dr. Adi Kuntjoro dalam sambutannya mengatakan bahwa kurikulum SMA Al-Hikmah bertujuan untuk menghasilkan luaran yang memiliki jiwa self educated learning, yaitu jiwa pembelajar mandiri.

Target kurikulum ini menurut beliau, dicanangkan untuk menjawab perubahan zaman yang berkonsekuensi pada perubahan kebutuhan, sehingga apa yang dihadirkan hari ini belum tentu dibutuhkan di masa yang akan datang.

Agar siswa memahami tujuan kurikulum dan fokus pada tujuan itu, setiap siswa baru diwajibkan untuk membuat proposal hidup di masa yang akan datang sebagai harapan yang akan dicapai sehingga pihak sekolah lebih mudah menyusun program untk mengarahkan cita-cita siswa yang ingin dicapai. Paparnya.

Di samping kurikulim, beliau juga menceritakan sejarah singkat pendirian SMA Al-Hikmah. Bahwa pada awalnya di lokasi tersebut akan dibangun hotel oleh pengelola, namun akhirnya diputuskan untuk membangun sekolah. Keputusan ini diambil berdasarkan petunjuk lewat mimpi.

Rihlah Ilmiah 2018 Kunjungan ke PP Tebu Ireng Jombang

Hari pertama rombongan Rihlah Ilmiah 2018 Jawa-Bali PPM Rahmatul Asri setelah tiba di Jawa Timur langsung melaksanakan agenda pertama yaitu kunjungan ke PP Tebu Ireng Jombang.

Di Pondok Pesantren presiden ke 4 RI Abdul Rahman Wahid alias Gusdur ini rombongan diterima oleh wakil pengasuh KH. Lukman Hakim di Aula PP Tebu Ireng.

Dalam sambutannya beliau menyambut hangat kehadiran rombongan dan mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak PPM Rahmatul Asri atas kunjungannya ke PP Tebu Ireng yang merupakan perjalanan yang diberkahi oleh Allah SWT dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi.

Sementara itu ketua rombongan ust A. Ikbal Malik, SS, M.Pd. dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada pihak PP Tebu Ireng atas kesediaannya menerima kunjungan silaturahmi PPM Rahmatul Asri. Beliau juga menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ini serta memberikan gambaran umum tentang keadaan PPM Rahmatul Asri.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan ziarah ke makam KH. Abdul Rahman Wahid serta makam para ulama sesepuh PP Tebu Ireng.

Sambutan ketua rombongan

 

Hari ini Rombongan Rihlah Ilmiah Jawa-Bali PPM Rama Bertolak dari Bandara Hasanuddin menuju Surabaya

Rombongan Rihlah Ilmiah Jawa-Bali 2018 yang dipimpin oleh kepala SMA Rahmatul Asri bertolak dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Surabaya.

Menurut ust A. Ikbal Malik, SS, M.Pd.I bahwa rombongan Rihlah Ilmiah akan berada di Jawa Timur dan Bali selama kurang lebih 6 hari ( Tgl 11-16 nop 2018).

Beliau melanjutkan bahwa jumlah santri-santriwati yang ikut dalam program ini adalah 57 orang santri-santriwati ditambah tiga orang pembina.

Rencananya rombongan akan mengunjungi 6 pondok pesantren yang ada di Jawa Timur dan Bali yaitu; PP Tebu ireng Jombang, Al Hikmah Boarding School Batu Malang, PP AL Khairat Malang, PP Sidoguri Pasuruan,
PP Darussalam Banyuwangi dan
PP La Royba Bina Insani Bali.

Rombongan yang sehari sebelumnya dilepas oleh direktur PPM Rahmatul Aari yang diwakili oleh Kepala Kepesantrenan ust Mursidin, SS, M. Pd.I berpesan: Jaga nama baik almamater; patuhi arahan guru pendamping; dan jaga kekompakan selama rihlah.

Penggalangan Dana Pembangunan Asrama Tahfidz PPM Rahmatul Asri

Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan dan kontrol terhadap santri-santriwati penghafal Al-Qur’an PPM Rahmatul Asri, pengurus melakukan penggalangan dana, zakat, infak dan shadaqah untuk pembangunan Asrama Tahfidz PPM Rahmatul Asri.

Oleh karena itu diharapkan partisipasi kepada seluruh donatur dan dermawan dari barbagai pihak, baik perorangan maupun kelompok, lembaga swasta maupun pemerintah untuk turut berpartisipasi mewujudkan rencana pembangunan ini.

Semoga bantuan yang disalurkan bernilai ibadah sebagai amal jariah di sisi Allah SWT. Amin.

Luas Asrama yang akan dibangun 10 x 14 dua lantai, dengan total anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp.220.000.000. “dua ratus dua puluh juta rupiah”

Info donasi:
Norek: BRI 490901014549535 atas nama “infaq PPM Rahmatul Asri”

Konfirmasi :
Ust. H. Amir Mushtafah: 081241020605
Ust. Mursidin Albin: 081342590120

Ketua Yayasan Rahmatul Asri H. A. Malik B. Masry memberikan Arahan dan Motivasi kepada seluruh Guru dan Staf PPM Rahmatul Asri

Di tengah kesehatan ketua yayasan yang masih dalam tahap pemulihan setelah menjalani operasi, beliau masih menyempatkan diri untuk memberikan pembinaan dan motivasi kepada seluruh staf dan guru di PPM Rahmatul Asri. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Pondok KH. Amir Mustafah di awal pertemuan yang digelar di Aula PPM Rahmatul Asri.

Beliau melanjutkan bahwa ini adalah bentuk perhatian yang luar biasa dari ketua yayasan dan membuktikan besarnya semangat beliau dalam mengembangkan pendidikan Islam.

Dalam arahannya Ketua Yayasan menekankan peningkatan disiplin kepada seluruh guru dan staf dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan pembina santri-santriwati PPM Rahmatul Asri. Beliau juga menekankan bahwa tugas yang diberikan sesungguhnya adalah amanah dari Allah SWT. Oleh karena itu dibutuhkan jiwa pengabdian yang tinggi sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Di samping memberikan pembinaan kepada guru dan staf, ketua yayasan juga memberikan motivasi dan Mau’idzah Hasanah kepada seluruh Santri-santriwati. Bahwa sebagai santri harus menunjukkan akhlak yang islami sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Beliau juga menyampaikan bahwa negara telah memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada santri dan pondok-pondok pesantren, salah satu bentuk penghargaan yang diberikan adalah dicetuskannya Hari Santri Nasional. Oleh karena itu kesempatan ini jangan disia-siakan, buktikanlah kepada orang tua, kepada negara dan kepada Allah SWT. bahwa anda sebagai santri layak untuk dihargai.

Di akhir pertemuan direktur mewakili seluruh guru, staf dan keluarha besar PPM Rahmatul Asri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ayahanda ketua yayasan atas wejangan dan motivasinya. kami senantiasa mendoakan semoga ayahanda sekeluarga diberikan kesehatan dan umur yang berberkah dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018

Nusantara terbelah dan menjadikan bangsa serta negara sebagai tanah air Indonesia tidaklah mudah, hargai dan hormatilah jasa para pahlawan Indonesia serta tumbuhkanlah rasa persaudaraan antarbangsa karena kita semua bersaudara.

Keluarga Besar PPM Rahmatul Asri mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018

Sumpah Pemuda yang dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah hasil rumusan Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Kongres Pemuda II dilaksanakan oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia.

Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng).

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan.

Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :

PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

SMAS PPM Rahmatul Asri Mengikuti Pestival Pelajar #3 2018 Se Sul-Sel

SMAS PPM Rahmatul Asri ikut berpartisipasi dalam perhelatan Festival Pelajar #3 2018 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan 27-30 Oktober 2018.

Festival Pelajar kali ini mengemban misi membangkitkan semangat siswa Sulsel untuk menjadi kreatif dan memiliki karakter menyambut masa depannya. Kegiatan ini juga diharapkan memotivasi semua pihak terkait untuk terus membuat pendidikan menjadi lebih baik di masa depan. Partisipan dalam Festival ini berasal dari 24 kabupaten/kota, 15 ribu atlet dan ofisial, serta 125 panitia/sukarelawan.

Mengusung konsep “Bermain Sambil Belajar”, Festival Pelajar #3 juga sekaligus sebagai ajang kualifikasi untuk kegiatan OSN, O2SN, FLS2N dan LKS-SMK. Dalam event ini juga diadakan Pameran Produksi dan Karya Siswa SMK.

Bidang lomba kualifikasi yang diadakan adalah: 1) O2SN (olimpiade olahraga siswa nasional) dengan cabang lomba: bulutangkis, atletik, renang, silat dan karate dengan jumlah peserta lomba 480 pelajar; 2) Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dengan cabang lomba: lagu solo, gitar akustik, tari tradisional, film pendek, dan musik tradisional. Target peserta lomba sebanyak 504 pelajar; 3) LKS SMK melombakan 30 lomba kompetensi dengan jumlah peserta 720 pelajar; 4) Olimpiade Sains Nasional (OSN) memperlombakan sembilan mata pelajaran dengan target 9.500 pelajar.

Selain bidang lomba kualifikasi, bidang lomba non kualifikasi juga diadakan di Festival Pelajar #3 kali ini. Lomba non kualifikasi meliputi lomba keagamaan, ekstrakurikuler, debat, dan pameran. Lomba keagamaan meliputi lomba adzan, MTQ, qalam jamaie, pesparawi, dan da’i pelajar. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas tiga cabang lomba; Paskibraka, Pramuka, dan PMR. Sedangkan lomba debat ada dua kategori; debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Festival Pelajar kali ini diadakan di empat venue (tempat). Ke empat venue tersebut yaitu di gedung Celebes Convention Centre (CCC) kawasan Tanjung Bunga, Kampus UNM Gunung Sari (Fakultas Ilmu Keolahragaan), Kampus Unhas (GOR) Tamalanrea, dan di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

SMAS PPM Rahmatul Asri yang selalu berpartisipasi sejak tahun pertama festival ini diadakan, kali ini mengikuti lomba kualifikasi OSN, dan lomba non kualifikasi debat bahasa Inggris, pidato bahasa Indonesia serta kalam jama’i, dengan total peserta 28 orang siswa, 3 orang guru pendamping dan 1 orang offisial.

Peserta Kualifikasi OSN sembilan orang yaitu Salma Merdiana, NIS 002389601, kelas XI IPA 2, Mata pelajaran: Biologi; Nur Islamiati, NIS 0022252068, kelas XI IPA 1, Mata pelajaran: Matematika; Afrida Purnawati. B, NIS 0016037481, kelas XI IPA 1, Mata pelajaran: Kimia; Nurul Alfiah, NIS 0016050790, kelas XI IPA 2, Mata pelajaran: Fisika; Putri Amalia, NIS 0022251091, kelas XI IPA 2, Mata pelajaran: Astronomi; Putri Ayu, NIS 0023894043, kelas XI IPA 2, Mata pelajaran: Informatika/Komputer; Ahmad Auda Arif, NIS 0005115937, kelas XI IPA 1, Mata pelajaran: Geografi; Nurwahida, NIS 0019105707, kelas XI IPA 2, Mata pelajaran: Kebumian; Adytia Sumanegara Usman, NIS 0022251324, kelas XI IPA 1, Mata pelajaran: Ekonomi. Pendamping Imran Hante, S.Pd.

Peserta non kualifikasi debat bahasa Inggris 3 orang yaitu Nurfajriani Syam, NIS 0034474258, kelas X MIPA 2; Amelia Resky Hermayana, NIS 0034344397, kelas X MIPA 2; Muhammad Fitrah Taufiqurrahman, NIS 0024637651, kelas X MIPA 2. Peserta lomba pidato satu orang yaitu Muh. Syukri Nasir, NIS 0023895939, kelas XI IPA 2. Pendamping ibu Anci Bte Syarifuddin, S.Pd.I.

Peserta lomba non kualifikasi kalam jama’i 15 orang yaitu Asmaul Husna, NIS 0027972030, kelas XI IPA 1; Risma Muh. Rusdi, NIS 0024215057, kelas XI IPA 2; Nurul Syafika Izati B, NIS 0021979965, kelas XI IPA 2; Norasyikin, NIS 0025621567, kelas XI IPA 1; Alfiani, NIS 0028368207, kelas XI IPA 1, Nurkhumairah, NIS 0016050883, kelas XI IPA 1; Dwi Wahyu Silahuddin, NIS 0023118050, kelas XI IPA 2; Muhammad Farhan Anzari, NIS 0012658312, kelas XI IPA 1; Berlian Putri Rahmadani, NIS 0024437779, kelas X MIPA 1; Annhysa, NIS 0037620959, kelas X MIPA 1; St Maryam, NIS 0038568557, kelas X MIPA 2; Aisya Cahaya Wardani, NIS 0039390693, kelas X MIPA 2; Windya Aryani, NIS 0022251658, kelas X MIPA 2; Miftahul Khaerah, NIS 0031193720, kelas X MIPA 1; Syarfina Eka Putri, NIS 0034591232, kelas X MIPA 2. Pendamping ustadz Wahyu Indra.

Festival Pelajar #3 2018

Ma’an Najah

Lihat Galeri