SANTRI ITU BERNAMA RADEN SALEH BIN YAHYA AS-SAMARANI (1811-1880)

Ahmad Baso

 

(Mengenang pelukis terkenal-bapak nasionalis abad 19 dari keluarga habaib Bin Yahya Semarang–refleksi Hari Santri Nasional 2019)

Tidak banyak dokumen menyebut asal-usul pelukis terkenal Raden Saleh sebagai keluarga habaib Bin Yahya–satu fam dengan almukarram Abah Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan). anak-anak santri pun, apalagi anak-anak sekolah umum, tidak tahu banyak siapakah gerangan Raden Saleh itu, termasuk latar belakang beliau sebagai keluarga habaib nasionalis penentang kolonialism Eropa di Indonesia. Nama Bin Yahya pada nama belakang beliau sudah terlanjur dibuang dalam
buku-buku sejarah, ini lantaran sejarah ditulis oleh kader-kader Belanda yang alergi dengan nama Bin Yahya yg dikenal militan patriotismenya membela Aswaja dan NKRI di masa penjajahan dulu.

Dengan menelusuri perjalanan pelukis terkenal itu di Eropa, kita dapatkan sejumlah dokumen yang menyebut asal-usul beliau, lengkap dengan nama aslinya yang jelas tertulis dalam sumber-sumber Eropa di tahun 1847: RADEN SALEH BIN YAHYA (tertulis dengan logat sana: Raden Salek ben Jagja).
Ini sebagian bukti dokumen tersebut yg saya lampirkan dalam foto.

Benarkah kesadaran Raden Saleh tumbuh sebagai pelukis modern kenamaan bersamaan dengan kesadaran dirinya sebagai keluarga habaib nasionalis keturunan Rasulullah SAW selama di Eropa?

Dokumen dari para sahabat beliau di Jerman memberikan kesaksian positif akan kesadaran solid seperti itu. Diakui banyak sudah kaum misionaris datang kepadanya membujuknya masuk Kristen. Tapi ditolak dengan halus sambil berujar: “Kakek saya seorang syarif, keturunan Nabi”.

Pernah pula seorang kawan dekatnya memancing Raden Saleh untuk makan babi atau makanan haram lainnya. Dengan tegas beliau berujar: “Saya ini seorang Muslim yang sudah pernah diajak kakek ziarah ke Mekah!”

Puncak karya beliau, lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro, adalah lukisan terbaik karya anak bangsa Indonesia yg menggambarkan kedekatan beliau dan keluarganya dengan pahlawan nasional Pangeran Diponegoro. Meski beliau dan keluarganya pernah merasakan pengalaman pahit dihina dan dinistakan oleh Kompeni Belanda karena dukungan mereka kepada perjuangan kaum santri dalam Perang Diponegoro .

Kini saatnya kaum santri meneladani segenep amal-amal salih beliau untuk kejayaaan kaum santri, Aswaja, Islam Nusantara dan NKRI… Khazanah naskah-naskah Wali Songo dan Islam Nusantara dari pesisir Jawa tersimpan baik dalam keluarga ini, yg sebagian dibawa Raffles dkk ke London di tahun 1816 …
Dan jangan lupa:

SANAD PERJUANGAN RESOLUSI JIHAD 22 OKTOBER 1945 SEBAGIAN BERASAL DARI KELUARGA BIN YAHYA DI SEMARANG DAN KOMUNITAS DIASPORANYA DI JAWA TIMUR PASCA PERANG DIPONEGORO

al Fatihah untuk Raden Saleh dan segenap keluarga Bin Yahya yang pernah berjuang dan berkorban untuk kejayaan Aswaja, Islam Nusantara dan Republik Indonesia ….

Sumber Ahmad Baso

Komentar
Loading...